MALILI__Fraksi Gerakan Persatuan Rakyat (GPR) DPRD Kabupaten Luwu Timur meminta pemerintah daerah memperkuat alokasi anggaran pendidikan melalui Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.
Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Fraksi GPR, Imanuddin, dalam Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi DPRD Luwu Timur, Jumat (4/9/2026).
Imanuddin mengatakan, perubahan APBD harus dimanfaatkan untuk menjawab berbagai kebutuhan dasar masyarakat, termasuk pemerataan pembangunan di sektor pendidikan.
Fraksi GPR juga mendorong pemerintah daerah lebih kreatif dalam menggali potensi ekonomi daerah untuk meningkatkan pendapatan, sehingga tidak hanya bergantung pada anggaran yang tersedia.
Dalam pandangannya, Fraksi GPR menyoroti kondisi sejumlah sekolah yang masih kekurangan mebeler atau perabot sekolah. Temuan tersebut diperoleh dari hasil monitoring langsung di sejumlah satuan pendidikan.
Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kenyamanan dan proses belajar mengajar siswa.
Karena itu, Fraksi GPR meminta pemerintah memberikan perhatian melalui alokasi anggaran yang memadai, termasuk untuk rehabilitasi sekolah dan pembangunan ruang kelas baru sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.
Fraksi GPR menilai peningkatan mutu pendidikan harus dibarengi dengan dukungan anggaran dan fasilitas yang memadai agar manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.
Dalam rapat tersebut, Fraksi GPR menyatakan menerima dan menyetujui Ranperda Perubahan APBD 2026 untuk dilanjutkan ke tahap pembahasan berikutnya.(tim)





