BPBD Luwu Timur Gandeng Desa Gelar Mitigasi Bencana

MALILI__Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana sesuai Pasal 1 ayat 6 PP No 21 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.

Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Bencana berdasarkan sumbernya dibagi menjadi tiga,yakni,Bencana alam, adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa/serangkaian peristiwa oleh alam,Bencana nonalam, adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa/serangkaian peristiwa nonalam
Bencana sosial, adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa/serangkaian peristiwa oleh manusia
Bencana alam juga dapat dikelompokkan sebagai berikut,
Bencana alam meteorologi (hidrometeorologi). Berhubungan dengan iklim. Umumnya tidak terjadi pada suatu tempat yang khusus
Bencana alam geologi.Adalah bencana alam yang terjadi di permukaan bumi seperti gempa bumi, tsunami, dan longsor.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Timur,Jumardin,kepada wartawan senin 24 oktober 2022 mengungkapkan,Mitigasi Bencana saat ini sudah ada beberapa desa yang tersebar di Luwu Timur sudah melaksanakan dengan melibatkan BPBD Luwu Timur,dimana masyarakat diberikan edukasi terkait dengan mitigasi bencana.

“Tujuan mitigasi bencana Mengurangi dampak yang ditimbulkan, khususnya bagi penduduk
Sebagai landasan (pedoman) untuk perencanaan pembangunan
Meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menghadapi serta mengurangi dampak/resiko bencana, sehingga masyarakat dapat hidup dan bekerja dengan aman.
Beberapa kegiatan mitigasi bencana di antaranya,
pengenalan dan pemantauan risiko bencana,
perencanaan partisipatif penanggulangan bencana,
pengembangan budaya sadar bencana,
penerapan upaya fisik,nonfisik,”tandas Jumardin.

Liputan:tim
Editor:redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *