MALILI___Bulan agustus 2022 lalu,kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Luwu Timur mencapai 254 kasus,olehnya dinas kesehatan Luwu Timur melakukan fogging di sejumlah titik rawan DBD.
Sub kordinator pencegahah dan pengendalian penyakit menular dinas kesehatan Luwu Timur,Wardan.mengatakan,demam berdarah dengue atau DBD merupakan penyakit mudah menular yang disebabkan oleh salah satu dari empat virus dengue.
“Penularan terjadi saat nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus menggigit dan menghisap darah seseorang yang sudah terinfeksi virus dengue, ketika nyamuk tersebut menggigit orang lain, maka virus akan tersebar. Nyamuk menngigit dan menginfeksi seseorang di pagi sampai sore hari menjelang petang”ujar Wardan.
Nyamuk tersebut berperan sebagai medium pembawa (carrier) virus dengue tersebut. Selain gigitan nyamuk, demam berdarah dipicu oleh beberapa faktor risiko, di antaranya,Pernah mengalami infeksi virus dengue sebelumnya
Tinggal atau bepergian ke daerah tropis dan
Bayi, anak-anak, orang lanjut usia, dan orang dengan kekebalan tubuh yang lemah.
“Untuk mencegah agar tidak meluas,kami dari dinas kesehatan luwu timur giat melakukan fogging terutama di tempat tempat yang di anggap rawan bersarang nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus”tandas Wardan kepada awak media saat berkunjung ke Kantor Dinas kesehatan Luwu Timur bersama Dinas Kominfo SP Luwu Timur kamis 1 September 2022.
Sejak agustus 2022 lalu kata,Wardan,kasus DBD mencapai 254 kasus.
“Kita berharap juga agar masyarakat tetap menjaga kebersihan,dan tidak membuang sampah di sembarang tempat,terutama botol botol bekas yang dapat di jadikan sebagai sarang nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus “pungkasnya.
Liputan :nt
Editor:redaksi





