Terkonfirmasi Positif Covid-19, Ibas Berpotensi Tulari Setiap Orang Yang Berinteraksi Dengannya

  • Whatsapp

Malili_ Irwan Bachri Syam dinyatakan positif Covid-19, hal tersebut dikatakan Sekretaris Tim Pemenangan IBAS-RIO, Andi Endy B Shin Go saat Press Conference di depan Kantor KPU Lutim sesaat setelah melakukan pendaftaran. Sabtu 05 September 2020.

“Beliau (Irwan) berdasarkan hasil swab, positif Covid-19,” kata Andi Endy.

Saat proses awal hingga berakhirnya pendaftaran, Irwan tidak hadir di dalam gedung KPU Luwu Timur. Irwan diwakili oleh Ketua Bappilu DPD Nasdem Luwu Timur, HM Siddiq BM saat pendaftaran.

Andi Rio dan istrinya serta istri Irwan, dr Ani Nurbani hadir di dalam gedung. Kursi Irwan dibiarkan kosong selama proses pendaftaran hingga selesai.

Kondisi sakit tersebut membuat Ibas tak bisa hadir saat pendaftaran di KPU. Padahal sebelumnya Ibas sempat hadir di acara deklarasi di Kecamatan Tomoni bersama ribuan pendukungnya.

Namun menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan, sebab Irwan Bachri Syam dinilai beresiko menulari ribuan pendukungnya saat berinteraksi atau berjabat tangan dengan orang sewaktu berada di Lapangan Tomoni sebelum ke Lapangan Merdeka Kec. Malili.

Terpisah, dr. Rosmini Pandin, MARS saat dikonfirmasi terkait resiko penularan atau menularkan jika seseorang terkonfirmasi positif Covid-19, mengatakan setiap pasien terkonfirmasi harus segera di isolasi, untuk menghindari penularan virus meluas.

“Potensi penularan yang lebih luas bisa terjadi jika berada dalam kondisi seperti itu, makanya secepatnya dilakukan tracing terhadap siapa saja yang telah berinteraksi dengan pasien”. Ujar Rosmini via telepon WhatsApp.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kab. Lutim yang juga Tim GTPP Lutim itu, mengaku sempat menghubungi Ketua KPU Lutim terkait dokumen hasil Swab Bacalon Bupati Irwan Bachri Syam yang diterima KPU saat pendaftaran, namun sayangnya pihak KPU menolak memberikan keterangan hasil Swab itu karena merupakan dokumen rahasia negara.

“Saya sudah menghubungi Ketua KPU terkait hasil swab itu, namun karena dokumen rahasia negara, KPU tidak bisa memperlihatkannya, meski demikian kita berharap tidak ada penularan yang lebih meluas dan mengkhawatirkan”, pungkas Rosmini.

Liputan : malik
Editor. : redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *