‘Strong Voters’ di Ujung Tarabbi

  • Whatsapp
H. Budiman Menyapa Desa di Dusun Tengko Desa Tarabbi Kec. Malili

Malili_ Siang menjelang sore ketika Calon Wakil Bupati Luwu Timur H. Budiman dalam rutinitas menyapa Desa di Dusun Tengko Desa Tarabbi, tiba-tiba kedatangan seorang pria paruh baya.

Pria berumur yang rambutnya terlihat sudah memutih tersebut nampak tergopoh-gopoh masuk kehalaman rumah Yohanis Bokko tempat Kampanye Dialogis Husler-Budiman Menyapa Desa.

Ia sempat memperkenalkan dirinya bernama Linggi yang akrab disapa Papa Winda dan tinggal tak jauh dari kediaman Yohanis Bokko. “Maaf saya terlambat, acara ini belum dimulai yah. Saya Linggi tinggal di sebelah rumah ini,” ujarnya kepada seorang tim pemenangan Husler-Budiman.

Sayangnya, saat Pak Linggi tiba di tempat kampanye itu, dialog dengan warga setempat sudah akan berakhir, sehingga Ia hanya bisa duduk menunggu di kolong rumah Yohanis Bokko yang memang berupa rumah panggung.

Penasaran dengan antusias kedatangan Pak Linggi, Pewarta Lutim-News.com mencoba menggali isi benak petani itu.

Pak Linggi Petani di Dusun Tengko yang inginkan Program Beasiswa terus dilanjutkan

Hal pertama yang membuat Pak Linggi sampai tergopoh-gopoh datang ke tempat pertemuan tersebut yakni karena Ia akan menyampaikan keinginannya jika boleh, program beasiswa yang sudah berjalan harus dilanjutkan.

“Seandainya hari ini pemilihan bupati, tentu saya akan mencoblos Husler kembali, agar program beasiswa bisa berlanjut. Alasannya, karena sudah tiga orang anak saya telah sarjana berkat adanya program beasiswa dari Husler Bupati Lutim, oleh sebab itu jika boleh program beasiswa itu dilanjutkan,” tutur Pak Linggi antusias, padahal ketika ditanya siapa pasangan Calon Wakil Bupati, Ia belum tahu siapa pendamping Husler.

Ia lalu mengisahkan proses ketiga anaknya yang mencapai sarjana Strata 1 hasil bantuan Pemerintah Kab. Lutim. Dikehidupan keseharian Pak Linggi yang menggantungkan hidup dari hasil pertanian jelas saja berada dalam keterbatasan ekonomi. Padahal dibalik keterbatasan tersebut, ada impian besar dari anak-anaknya yang memang memiliki kemampuan diatas rata-rata untuk terus menimba ilmu sampai Sarjana.

“Winda anak pertama saya kuliah di jurusan penerbangan dan semat menjadi Pramugari di salah satu maskapai domestik. Meski saat ini Winda telah berkeluarga dan kini tinggal di Kab. Morowali. Begitupun kedua adiknya yang telah sarjana dan kini telah bekerja di Kab. Morowali,” kisah Pak. Linggi.

Bahkan karena antusiasnya menginginkan Husler melanjutkan program beasiswa di periode keduanya, Pak Linggi berniat mendatangkan ketiga anaknya tersebut dari Kab. Morowali, khusus hanya untuk mencoblos Husler saat Pilkada di 9 Desember 2020 mendatang.

“Saya sudah telepon ketiga anak saya bahwa harus pulang mencoblos saat pemilu di bulan desember nanti. Sebab itu sudah merupakan janji kami membalas kebaikan dan bantuan Husler yang selalu memikirkan nasib rakyat kecil seperti kami,” ungkapnya serius.

Harapan agar program itu berlanjut di periode kedua Husler, terus berada di benak Petani dari Dusun Tengko Desa Tarabbi itu, sebab menurut pengakuannya, masih ada tiga orang anaknya yang masih duduk dibangku SMA, SMP dan SD yang juga ingin bersekolah sampai kejenjang bangku kuliah menjadi Sarjana dan berguna bagi keluarga bahkan Nusa dan Bangsa.
Liputan : malik
Editor. : redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *