Reses di Empat Titik, Ini Sejumlah Aspirasi Yang Jadi Prioritas Muh. Taqwa Muller

  • Whatsapp
Reses di Kecamatan Tomoni, Muh. Taqwa Muller di dampingi Camat, Pendeta dantiga Kepala Desa

Luwu Timur_ Menggelar Temu Konstituen di empat kecamatan di Luwu Timur dalam kurun waktu empat hari (1-4 November 2020), Anggota DPRD Provinsi dari Fraksi Golkar, Muhammad Taqwa Muller menyerap sejumlah aspirasi.

Di empat titik kecamatan tersebut yakni Kecamatan Towuti, Malili di Desa Wewangriu, Wasuponda di Desa Balambano dan Tomoni di Desa Boyondo, Anggota Dewan yang karib disapa Mamad itu dalam menyerap aspirasi, menentukan skala prioritas pada berbagai usulan yang diterima.

Hal tersebut dilakukan karena banyaknya aspirasi yang disampikan para konstituennya di sejumlah titik.

“Ada beberapa aspirasi yang menjadi skala prioritas yakni aspirasi warga Desa Balambano Dusun Togo yang menginginkan adanya pemasangan fasilitas Tower jaringan untuk komunikasi dan akses internet.” ujar Taqwa saat ditemui usai menuntaskan empat titik pertemuan, Rabu 4 November 2020.

Alasannya, lanjut dia, manfaat dari fasilitas untuk akses komunikasi dan internet, yang sangat dibutuhkan oleh warga setempat, terutama para peserta didik atau anak sekolah yang saat ini harus belajar daring menggunakan fasilitas internet.

Aspirasi lain yang juga masuk dalam skala prioritas yakni kebutuhan air bersih. Yang mana pada beberapa wilayah di Desa Balambano sama sekali belum tersentuh oleh ketersediaan air bersih. Selain itu, ada juga wilayah yang masih belum ada aliran listriknya, serta akses infrastruktur jalan yang masih harus ditingkatkan.

“Selain itu ada juga wilayah yang sama sekali belum tersentuh air bersih dan jaringan listrik yang rencananya saya akan upayakan untuk berbicara dengan pihak PT. Vale. Semoga kami di DPRD Provinsi bisa memperoleh solusi yang tepat dengan PT. Vale, sehingga kelak pemerataan pembangunan diberbagai pelosok di Bumi Batara Guru ini bisa tercapai.” Harapnya.

Mengenai jalan infrastruktur pemerintah Kabupaten maupun provinsi harus memikirkan perlu adanya jalan alternatif yang menghubungkan empat kecamatan mulai dari Malili, Wasuponda, dan Towuti, juga Nuha, selama ini jalan-jalan poros yang dilalui masyarakat masih status jalan milik PT. Vale.

Terkait itu, Ia mengaku akan mencoba berkoordinasi denga pihak PT Vale sebagai pemilik akses jalan. “Mengenai akses jalan yang notabene milik PT Vale, saya akan mengupayakan agar pihak perusahaan bisa menghibahkan akses jalan itu untuk kepentingan masyarakat luas,” jelas Taqwa optimis.

Sementara itu, aspirasi dari warga Boyondo di Kecamatan Tomoni yang merupakan titik terakhir tempatnya melaksanakan reses perorangan, terdapat aspirasi yang menginginkan adanya bantuan alat pertanian atau alsintan.

“Iya, di Boyondo yang mayoritas warganya adalah petani, mereka lebih banyak menginginkan bantuan alsintan seperti Hand Traktor, Combain dan lain-lain. Untuk itu, karena bantuan seperti itu kerap melalui mekanisme Proposal, maka saya menjelaskan kepada konstituen disana untuk segera melengkapi legalitas kelompoknya, sehingga akan memudahkan kami dalam mengurus bantuan di dinas terkait. Legalitas tersebut juga termasuk harus sah dan terdaftar di instansi di kabupaten.” terang Taqwa.

Tak hanya itu, termasuk juga pada kelompok usaha bersama (KUBE) dan kelompok lainnya, harus memiliki legalitas yang sesuai aturan yang berlaku. “Sehingga kemudian jika bantuan tersedia, kita mudah menyalurkannya sesuai proposal yang masuk dan sah terdaftar.” Pungkasnya.
Liputan : malik
Editor. : redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *