PT Vale Meremajakan Armada Bus Karyawannya

  • Whatsapp

-Upaya Perusahaan Tingkatkan Aspek Keselamatan Kerja dan Komitmen Perbaikan Fasiltas Kerja.

lutim-news.com,SOROWAKO__ Setiap perusahaan atau entitas bisnis wajib menerapkan prinsip-prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam kegiatan usahanya. Hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap karyawannya yang selaras dengan regulasi ketenagakerjaan di Indonesia. Upaya perbaikan keselamatan kerja tersebut juga perlu dilakukan secara berkelanjutan oleh perusahaan sebagai bukti keseriusan dan kepedulian terhadap K3.
Bagi PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) komitmen keselamatan kerja tersebut berpedoman pada nilai perusahaan “Kehidupan adalah hal yang terpenting” yang memberikan pesan nyata bahwa nyawa lebih penting dari segalanya dan keselamatan adalah prioritas di atas produksi. PT Vale secara berkelanjutan terus mewujudkan perbaikan-perbaikan aspek keselematan kerja.
Salah satu wujud komitmen tersebut adalah dengan meremajakan (mengganti) unit-unit bus karyawan dengan uniti baru. Peluncuran dan operasional perdana 26 bus baru karyawan PT Vale tersebut berlangsung di halaman parkir Plant Site, Sorowako, Selasa, (16/3/2021).
“Realisasi bus baru karyawan ini merupakan wujud komitmen perusahaan terhadap peningkatan keselamatan dan fasilitas kerja yang berkelanjutan. Juga sebagai harapan agar seluruh pekerja PT Vale secara terus-menerus terobsesi pada keselamatan kerja,” ungkap Director of Support and Site Services PT Vale Indonesia Tbk Agus Superiadi.
Guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan berkendara, seluruh bus karyawan tersebut dilengkapi sejumlah fitur keselamatan berkendara seperti Anti-lock Braking System (ABS), seat belt sensor, CCTV, speed limiter, fire censor & suppression system dan driver fatigue detection. Untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19, jumlah penumpang bus juga dibatasi yakni hanya separuh kapasitas bus dan tetap mentaati protokol kesehatan.
“Fitur keselamatan itu hanyalah alat pelengkap. Namun yang terpenting adalah faktor manusianya. Bagaimana pengemudi dan penumpangnya sama-sama terobsesi dengan keselamatan dengan cara berkendara aman sesuai SOP, menaati rambu dan sabar,” tambah Agus Superiadi.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *