PT Vale dan Polres Luwu Timur Lakukan Penanaman Perdana Program Rehabilitasi DAS di Desa Kasintuwu

  • Whatsapp

lutim-news.com,MANGKUTANA,Penanaman berbagai bibit jenis tanaman Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) menandai dimulainya program rehabilitasi DAS PT Vale di Desa Kasintuwu, Kecamatan Mangkutana pada Jumat (9/4/2021). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Support and Site Services PT Vale Agus Superiadi, Direktur Environment and Permit Management PT Vale Adli Lubis, Senior Coord. External Relations Syawal, Wakapolres Luwu Timur Kompol Muh.Rifai S.Pd., serta tim dari Polsek Mangkutana dan aparat desa.
Ada 100 bibit tanaman yang terdiri dari jengkol, durian, dan rambutan yang berhasil ditanam pada seremoni tanam perdana program rehabilitasi DAS PT Vale di Desa Kasintuwu.
Area rehabilitasi DAS PT Vale di Desa Kasintuwu seluas ±390 ha, terbagi menjadi dua Blok, yakni Blok Dusun Sampuraga dan Dusun Kayulangi. Penanaman menggunakan jenis tanaman HHBK, seperti jengkol, durian, rambutan, kemiri dan jenis tanaman kayu-kayuan seperti bitti dan jabon. Pemilihan jenis tanaman pokok tersebut didasarkan dari usulan masyarakat pada saat sosialisasi.
Berdasarkan regulasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, penanaman dilaksanakan dengan pola intensif dan agrorestri sesuai kondisi rona awal lingkungan. Pola intensif menggunakan tanaman pokok dengan jumlah 625 batang/hektar sampai dengan 1.100 batang/hektar untuk kondisi tutupan lahan masih kurang. Sedangkan pola agroforestri menggunakan tanaman pokok dengan jumlah 400 batang/hektar di lahan yang sudah terdapat aktivitas pertanian masyarakat.
Menurut Direktur Support and Site Services PT Vale Agus Superiadi, program rehabilitasi DAS yang dilakukan PT Vale diharapkan tidak hanya untuk melestarikan lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. “Tentunya kita semua berharap kegiatan rehabilitasi ini berjalan baik, tanaman tumbuh subur dan dirawat dengan baik sehingga hasilnya nantinya dapat dinikmati oleh pemangku kawasan dan masyarakat,” ujar Agus.
Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan rehabilitasi antara lain persiapan lahan, pembuatan ajir, penanaman hingga pemeliharaan tanaman. Masyarakat juga dapat menyediakan bibit tanaman sesuai jenis dan standar yang disyaratkan. Bibit yang bersumber dari anakan pohon dari lokasi setempat akan dtampung dan dibiakkan di tempat persemaian terlebih dahulu. Bibit yang siap tanam di lokasi rehabilitasi harus memenuhi kriteria, yaitu tinggi tanaman ±30-40 cm atau batangnya sudah berkayu, kokoh, akar dan tanah sudah menyatu.
PT Vale melakukan kegiatan rehabilitasi di luar wilayah konsesinya untuk memenuhi kewajiban Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) yang diberikan pemerintah kepada PT Vale untuk kegiatan penambangan di Blok Sorowako. Lokasi rehabilitasi DAS PT Vale berada di 13 kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan dengan total luas ±10.000 ha.(rls/vl/tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *