Penambangan Ore Nikel PT PUL Dihentikan

  • Whatsapp

lutim-news.com,MALILI__Karena dinilai tidak mematuhi Analisis dampak lingkungan (AMDAL) aktivitas penambangan PT.Prima Utama Lestari (PT.PUL) yang terletak di desa ussu kecamatan Malili kabupaten Luwu Timur dihentikan.

Aktivitas penambangan PT.PUL selama ini tidak dapat di pungkiri sudah sangat meresahkan,selain luapan lumpur yang berbeda ke jalan poros ussu-wotu,pula dibeberapa titik sudah terjadi retakan tanah seperti di blok E lokasi penambangan yang berdekatan langsung dengan pemukiman warga,sehingga warga yang berada disekitar lokasi tersebut mengungsi.

“Warga yang berdekatan dengan blok E lokasi penambangan PT.PUL saat ini sudah mengungsi,takutnya terjadi longsor,karena tanah disekitar rumah warga itu sduah terjadi keretakan imbas penambangan PT.PUL”tandas Andi Usman tokoh masyarakat desa ussu kepada Palopo pos pagi tadi.

Sementara itu Kementerian  Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen-ESDM) menerbitkan surat penghentian aktivitas penambangan PT.PUL yang terletak di desa ussu kecamatan Malili kabupaten Luwu Timur.

Surat penghentian sementara aktivitas penambangan PT.PUL ditanda tangani langsung oleh Direktur Teknik dan Lingkungan/kepala Inspektur Tambang RI,Lana Saria dengan nomor surat B-108/MB.07/DBT.PL/2021.

Dalam surat itu disebutkan sehubungan dengan terjadinya luapan material lumpur yang menimbun jalan poros Propinsi di kabupaten Luwu Timur pada hari Jumat, tanggal 15 Januari 2021yang berasal dari area penambangan pit Blok E Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. Prima Utama Lestari, serta merujuk kepada hasil pemeriksaan kasus lingkungan di wilayah IUP PT. PUL yang didaftaraklan pada buku tambang pada tanggal 15 Januari 2020,  maka diperintahkan kepada saudara untuk :

Menhentikan sementara kegiatan penambangan di pit Blok E. Selama kegiatan penambangan dihentikan sementara, saudara diminta tetap melaksanakan kewajiban pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup di pit Blok E.

Segera menindaklanjuti perintah Buku Tambang yang didaftarkan pada tanggal 15 Januari 2020, khususnya perintah nomor 2 dan 3 yaitu .Melakukan pembenahan system drainase dan kolam pengendap (settling pond) pada pit Blok E dan buatan kolam pengendap utama di dusun Salu Ciu, desa Ussu, berdasarkan kajian teknis : dan Melakukan penataan lahan yang terganggu pada sebagian area pit Blok E yang akan memasuki pasca tambang dan segera melakukan penanaman tanaman penutup tanah (cover crop) pada area timbunan tanah zona pengakaran (soil bank).

Melaporkan pelaksanaan perintah tindakan perbaikan sebagaimana dijelaskan pada angka 2 (dua) paling lambat 30 hari kalender dari tanggal surat.

Kepala bidang penataan dan penaatan dinas lingkungan  hidup (DLH) Luwu Timur, Nasir, membenarkan adanya surat penghentian sementara aktivitas penambangan PT.PUL.“ Tembusan suratnya sudah kami terima.Dan ditegaskan agar management PT.PUL mematuhi dan menindak lanjuti semua isi surat tersebut”papar Nasir.(tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *