Pangkalan Menjual Diluar HET Akan Dikenakan Sanksi

  • Whatsapp

MALILI – Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop-UKM) Luwu Timur meminta pangkalan gas liquefied petroleum gas (LPG) 3 kilogram sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang sudah diatur.

Kabid Perdagangan Disdagkop-UKM Luwu Timur, Andi Tenriawaru mengatakan pangkalan yang menjual diluar HET akan dikenakan sanksi.

Ada dua sanksi yang akan diberikan kepada pangkalan yang nakal atau tidak taat aturan.

Sanksi pertama yaitu pangkalan tidak akan memperoleh pasokan gas LPG 3 kilogram dalam waktu tak ditentukan.

“Sanksi kedua atau tergolong berat yaitu penghentian sebagai pangkalan,” kata Andi Tenriawaru kepada di kantornya, Jumat 23/04/2021).

Andi Tenriawaru mengatakan penjualan gas LPG 3 kilogram di Luwu Timur mengacu pada peraturan gubernur (Pergub) nomor 11 tahun 2021 tentang HET. Pergub ini berlaku 1 April 2021.

Dalam pergub tersebut dibagi dua zona untuk penerapan HET gas LPG 3 kilogram. Zona 1 meliputi Kecamatan Burau, Wotu, Tomoni, Tomoni Timur, Mangkutana, Kalaena, Angkona dan Malili. HETnya Rp 20 ribu.

Zona 2 meliputi Kecamatan Wasuponda, Nuha dan Towuti, termasuk di daerah seberang Danau Towuti dan Mahalona atau daerah terpencil. HETnya Rp 22 ribu.

Andi Tenriawaru mengimbau pangkalan menjual sesuai HET berdasar pada Pergub nomor 11 tahun 2021.

“Kami tegaskan pangkalan terikat perjanjian jadi harus jual sesuai HET,” ujarnya.

Ia mengatakan pengawasan LPG rutin dilakukan, bergilir tiap kecamatan, kalaupun ada laporan pangkalan nakal akan ditindaklanjuti.

“Kalau ada laporan dan terbukti, pangkalan bisa kena sanksi,” katanya.(***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *