“Menakar” Program Prioritas Untuk Kesejahteraan Rakyat Dalam Visi Misi Husler-Budiman

  • Whatsapp

Malili_ Untuk menakar kualitas sebuah program tentunya dibutuhkan indikator-indikator yang relevan, dan agar mudah mengukurnya kita butuh data dan angka dari sumber yang resmi.

Berikut ini Wawancara khusus Pewarta Lutim-News.com bersama Drs. H. Budiman M.Pd terkait bagaimana Program Prioritas untuk meningkatkan Kesejahteraan Rakyat di Bumi Batara Guru, sesuai Visi Misi Calon Bupati dan Calon Wakil Husler-Budiman yang dirangkai dalam data dan angka.

Memulai ulasannya, H. Budiman menguraikan bahwa secara umum kesejahteraan rakyat di Luwu Timur dalam 3 (tiga) tahun terakhir menunjukkan capaian yang menggembirakan.

“Misal pada aspek pendidikan, dengan merujuk pada angka Rata Lama Sekolah (RLS), tercatat pada 2015 yakni 7,87 tahun kemudian menjadi 7,88 tahun pada 2016, kemudian pada 2017 menjadi 8,20 tahun, 2018 meningkat 8,45 tahun dan 2019 menjadi 8,54 tahun.” Ujarnya sembari menunjukkan data tertulis.

Selanjutnya kata Dia, untuk Harapan Lama Sekolah (HLS) tercatat 12,36 tahun pada 2015, kemudian 12,78 tahun pada 2016, 12,78 tahun pada 2017, 12,81 tahun pada 2018 dan 12,82 tahun pada 2019.

Demikian juga pada aspek kesehatan, dengan merujuk pada Angka Harapan Hidup (AHH). “Pada tahun 2015 yakni 69,64, Pada tahun 2016 yakni 69,71 tahun, kemudian menjadi 69,79 tahun pada 2017, lalu menjadi 70,03 tahun pada 2018 dan Pada tahun 2019 yakni 70,38.” imbuhnya

Aspek kesejahteraan rakyat lainnya, dapat dilihat pada rumah tinggal dengan parameter pada lantai, atap dan dinding. Untuk Lantai Bukan Tanah, tercatat pada
pada tahun 2017 rasio capaian 96,00%, ini meningkat pada tahun 2018 menjadi 98,51%.

“Ada juga parameter atap beton, genteng, sirap, dan asbes, yang tercatat pada tahun 2017 dengan rasio capaian 90,88 % dan sebesar 93,08% pada tahun 2018. Selanjutnya parameter dinding terluas berupa tembok dan kayu dengan rasio capaian pada tahun 2017 97,50% kemudian menjadi 98,01% pada tahun 2018.” tambahnya mendetail.

Calon Wakil Bupati Lutim Drs. H. Budiman, M.Pd

Namun begitu, H. Budiman menambahkan bahwa tetap penting dilakukan pencermatan terhadap aspek-aspek lainnya seperti pada jumlah penduduk miskin dan pengangguran yang angkanya fluktuatif.

“Misalnya untuk kemiskinan, dalam 9 tahun terakhir perkembangannya menunjukkan rasio yang fluktuatif. Pada tahun 2010 yakni 9,18% kemudian berkurang menjadi 8,29% pada 2011 dan turun lagi menjadi 7,72% pada 2012. Selanjutnya pada tahun 2013 meningkat menjadi 8,38%, dan turun lagi menjadi 7,67% pada 2014 serta 7,18% pada 2015.” tambahnya.

Selanjutnya meski meningkat lagi menjadi 7,52% pada 2016 dan menjadi 7,66% pada 2017, namun kembali turun menjadi 7,23% pada 2018 dan kemudian terus menurun menjadi 6,98% pada 2019.

Demikian juga lanjutnya, terjadi fluktuasi pada angka pengangguran terbuka. Pada tahun 2011 jumlah pengangguran terbuka adalah 8.005 dengan rasio 7,16% kemudian meningkat menjadi 8.993 atau sebesar 8,12% pada tahun 2012. Selanjutnya turun pada 2013 menjadi 7.027 orang atau sebesar 6,28% dan meningkat lagi menjadi 9.962 orang atau sebesar 8,12% pada 2014 demikian juga pada tahun 2015 yakni 7.026 orang atau sebesar (5,37%).

Pada tahun 2017 jumlah pengangguran
terbuka di Luwu Timur, yakni 3.572 orang atau sebesar 2,58%, kemudian berkurang menjadi 3.145 orang pada 2018 atau sebesar 2,18%, dan kembali meningkat pada 2019 menjadi 5.602 orang atau 4,08%.

Mengakhiri uraiannya, mantan Kepala Bapelitbangda Lutim yang resmi mundur dari jabatannya guna mendampingi Calon Bupati Ir. H. Muh. Thoriq Husler itu mengatakan, dalam Visi Misi mengangkat Kesejahteraan Rakyat, pihaknya telah merangkai 15 Sektor yang menjadi Program Prioritas.

“Dari data yang terukur tersebut, kami telah merumuskan 15 sektor yang menjadi program prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, yakni: sektor kesehatan, pendidikan, lingkungan dan tata ruang, ekonomi dan investasi, pertanian dan peternakan, perikanan dan kelautan, koperasi perindustrian perdagangan dan UMKM, ESDM dan perhubungan, pemerintahan, ketenaga kerjaan, pariwisata, infrastruktur, agama, sosial budaya, pemuda dan olahraga.” jelas H. Budiman.

Dia juga menjelaskan Kab. Lutim menjadi daerah yang lebih maju di bawah kepemimpinan Pak Husler, dibuktikan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita yang terbaik di Sulawesi Selatan (untuk wilayah dengan status kabupaten).

“Indikator IPM adalah Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi. Sesuai dengan Visi kami Luwu Timur yang berkelanjutan berlandaskan nilai agama dan budaya, maka tentunya semua yang baik akan kita Lanjutkan dan beberapa kita sempurnakan. Beasiswa kita lanjutkan, bantuan penyelesaian studi untuk S2 dan S3 dan kedepan kita upayakan fasilitasi untuk menghadirkan pendidikan yang lebig berkualitas.” urainya.

Indikator IPM kedua adalah kesehatan. Di bidang kesehatan pemerintahan Pak Husler mendapat penghargaan presiden karena pencapaian programnya yang melebihi 100%, 54 milyar kita siapkan untuk melayani kesehatan masyarakat, dan program ini akan kita lanjutkan, kita sempurnakan dengan program satu pasien satu kamar meskipun statusnya kelas tiga agar tetap bisa klaim BPJS.

“Subsidi obat yang tidak di tanggung BPJS.
pembangunan rumah sakit Malili dan Towuti, agar saudara kita dari seberang danau tak perlu lagi menempuh jarak jauh ke Wotu. Yang sangat menarik, biasanya itu dua kecamatan satu puskesmas, setau saya di Sulawesi Selatan ini mungkin hanya di Luwu Timur satu kecamatan ada 4 puskesmas, di Towuti ada empat, Malili ada tiga. 11 kecamatan ada 17 puskesmas,” pungkas Budiman.

Liputan : malik
Editor. : redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *