Memperingati 75 Tahun Kemerdekaan RI, Komunitas Kopi Bonsai Lutim Gelar Pameran

  • Whatsapp

Malili_ Dalam rangka memperingati 75 tahun Kemerdekaan RI, Komunitas Kopi Bonsai Batara Guru Kabupaten Luwu Timur akan menggelar Pameran Bonsai selama dua hari (tanggal 24 – 25 Agustus) di halaman Warkop Tanah Abang, Minggu 21 Agustus 2020.

Pameran Bonsai ini merupakan kegiatan pertama kali yang dilakukan di Kabupaten Lutim, dan rencananya diikuti puluhan Kolektor Bonsai se Lutim dengan menghadirkan ratusan Bonsai yang akan memanjakan mata pengunjung.

Ditemui di Warkop Tanah Abang, Ketua Komunitas Kopi Bonsai Batara Guru Kabupaten Luwu Timur, H. Amran Syam, SH mengatakan rencana pameran tersebut akan menyajikan ratusan koleksi Bonsai yang dimiliki anggota komunitas dan para peserta lain.

“Hal yang sangat menarik untuk dikunjungi, pameran ini akan memanjakan mata kita tentang keindahan karya seni bonsai. Selain itu, para pengunjung juga bisa langsung melakukan transaksi membeli bonsai yang diminatinya”, ujar Abang.

Kemudian Abang juga menjelaskan Bonsai adalah tanaman atau pohon yang dikerdilkan di dalam pot dangkal dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas.

“Penanaman (Sai, dalam bahasa Jepang) dilakukan di pot dangkal (Bon). Makanya istilah bonsai juga dipakai untuk seni tradisional Jepang dalam pemeliharaan tanaman atau pohon dalam pot dangkal, dan ini juga adalah apresiasi keindahan bentuk dahan, daun, batang dan akar pohon, serta pot dangkal yang menjadi wadah, atau keseluruhan bentuk tanaman atau pohon”, jelas Abang.

Seni ini lanjutnya, mencakup berbagai teknik pemotongan dan pemangkasan tanaman, pengawatan (pembentukan cabang dan dahan pohon dengan melilitkan kawat atau membengkokkannya dengan ikatan kawat), serta membuat akar menyebar di atas batu.

“Pembuatan bonsai memakan waktu yang lama dan melibatkan berbagai macam pekerjaan, antara lain pemberian pupuk, pemangkasan, pembentukan tanaman, penyiraman, dan penggantian pot dan tanah”. Imbuh Abang

Tanaman atau pohon dikerdilkan dengan cara memotong akar dan rantingnya. Pohon dibentuk dengan bantuan kawat pada ranting dan tunasnya.

“Kawat harus sudah diambil sebelum sempat menggores kulit ranting pohon tersebut. Tanaman adalah makhluk hidup, dan tidak ada bonsai yang dapat dikatakan selesai atau sudah jadi. Perubahan yang terjadi terus menerus pada tanaman sesuai musim atau keadaan alam merupakan salah satu daya tarik bonsai”. Tutup Abang.
Liputan : malik
Editor. : redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *