Kunker Mentan SYL Diduga “Ditunggangi” Kepentingan Politik, Ketua Bawaslu: “Kami segera panggil panitia konsolidasi”

  • Whatsapp

Malili, Lutim-News.com_ Kedatangan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) di Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan dalam rangka meresmikan dan meninjau unit vertical dryer bantuan Kementerian Pertanian APBN 2020 di Desa Balirejo, Kecamatan Angkona, disinyalir “ditunggangi” kepentingan politik salah satu Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lutim, Jumat 27 November 2020.

Sinyalemen tersebut tak terbantahkan setelah melakukan peresmian SYL terlihat menghadiri Konsolidasi 12 Hari Menuju Kemenangan Paslon nomor urut 2 Ibas-Rio di Karebbe.

Tak tanggung-tanggung, konsolidasi tersebut menghadirkan kurang lebih ribuan massa pendukung Paslon Ibas-Rio, yang nyata melanggar protokol kesehatan. Dan hal itu semakin menguatkan dugaan Kunker Menteri Pertanian sarat tunggangan kepentingan politik.

Menanggapi hal itu, Ketua Bawaslu Lutim Rachman Atja mengatakan sudah melakukan koordinasi dengan Panwascam Malili. Dan untuk itu, Panwascam Malili juga telah melayangkan surat peringatan yang isinya memberi waktu 1 (satu) jam setelah diterimanya surat tersebut, konsolidasi tersebut harus dihentikan.

“Iya, pihak Panwascam Malili telah bersurat mengingatkan panitia konsolidasi tersebut untuk segera membubarkan pertemuan yang melibatkan banyak massa karena jelas akan melanggar protkes. Dan ada penegasan bahwa 1 jam sejak diterimanya surat tersebut, pertemuan itu harus dihentikan dan alhamdulillah pertemuan tersebut juga langsung dihentikan.” tegas Rachman Atja.

Bahkan terkait dugaan pelanggaran lainnya, Ketua Bawaslu Lutim itu menuturkan akan melakukan panggilan resmi kepada Panitia Konsolidasi, guna kepentingan pengkajian adanya dugaan pelanggaran lain.

“Jika kelak setelah pemanggilan tersebut ditemukan unsur pelanggarannya, maka Bawaslu akan segera menindaklanjutinya,” tutup Rachman Atja.

Sementara itu, Koordinator Tim Hukum Husler-Budiman Agus Melas SH.MH, mengatakan kedatangan Mentan SYL dalam rangka Kunker itu jelas menggunakan fasilitas negara, olehnya dirinya meyakini ada bentuk pelanggaran lain yang dilakukan pihak Paslon Ibas-Rio yang melaksanakan Konsolidasi dengan menghadirkan Mentan SYL pada saat menjalani tugas kenegaraan.

“Kedatangan Mentan SYL dalam rangka Kunker itu jelas menggunakan fasilitas negara, untuk itu kita yakin ada bentuk pelanggaran lain yang dilakukan pihak Paslon Ibas-Rio yang melaksanakan Konsolidasi dengan menghadirkan Mentan SYL pada saat menjalani tugas kenegaraan.” ungkap Agus.

Ia juga mengingatkan Bawaslu Lutim untuk tegas menindak dugaan pelanggaran dalam Konsolidasi di Karebbe itu. Pasalnya, sudah kali kedua Paslon Ibas-Rio melakukan pertemuan yang melibatkan kerumunan massa seperti itu.

“Pertama saat kedatangan petinggi partai nasdem yakni Rahmat Gobel yang terbukti ada sekitar 300-an massa pendukung yang hadir beberapa waktu lalu, dan kali ini ada lagi pertemuan yang menghadirkan ribuan massa dalam konsolidasi di Karebbe. Untuk itu, saatnya lah pihak Bawaslu Lutim tegas dalam menjalankan fungsi pengawasannya, sebab jika tidak kami akan melayangkan surat ke pihak Bawaslu Pusat dan DKPP karena ketidak-tegasan Bawaslu Lutim,” jelas Agus.
Liputan : mal
Editor. : redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *