Konsultasi Dengan Kemenakertrans, Ketua DPRD Lutim Amran Syam Perjuangkan Nasib Tenaga kerja

  • Whatsapp

Jakarta_ Diterima Dirjend Pengawasan Kelembagaan dan Tenaga Kerja dan staf kementrian tenaga kerja, ketua DPRD Luwu Timur H. Amran Syam, SH dan rombongan
guna konsultasi dalam rangka pengembangan pelatihan SDM dan ketenaga kerjaan pendirian Balai Latihan Kerja BLKI kerja sama pemda dengan PT Vale Indonesia Tbk dan kementrian tenaga kerja Pusat. Senin 10 Agustus 2020.

“Kunjungan ini dalam rangka koordinasi dan konsultasi tentang rencana pengelolaan balai latihan kerja dalam bentuk kerjasama dengan PT. Vale Indonesia, Tbk, pemerintah daerah Luwu Timur dan Pemerintah Pusat. Nantinya aset PT. Vale PPI akan dimanfaatkan sebagai BLK”, jelas Amran Syam didampingi ketua komisi 3 DPRD Luwu Timur Badawi Alwi, sekertaris Trans Nakerin Luwu Timur, Charles Tangdialla, Kabid Pemberdayaan Tenaga Kerja, H. Umar dan manajemen PT. Vale Indonesia Tbk, Iskandar.

Selanjutnya Abang (sapaan akrab) konsultasi dan koordinasi ini dilakukan menindaklanjuti hasil rapat antara pemerintah kabupaten Luwu Timur bersama PT. Vale Indonesia, Tbk terkait pemanfaatan eks bangunan program Pelatihan Industri (PPI) yang berlokasi di Enggano, kecamatan Towuti.

“Konsultasi ini juga untuk menindaklanjuti hasil rapat antara pemerintah kabupaten Luwu Timur bersama PT. Vale Indonesia, Tbk terkait pemanfaatan eks bangunan program Pelatihan Industri (PPI) yang berlokasi di Enggano, kecamatan Towuti beberapa waktu lalu”, tambahnya.

Lebih jauh Abang mengingatkan jika pada Sidang Paripurna DPRD Luwu Timur, Bulan Juni lalu, DPRD secara resmi menyetujui Rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang Ketenagakerjaan resmi ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).


”Perda Ketenagakerjaan ini merupakan perda inisiatif yang diusulkan DPRD sejak 2018 lalu. Setelah menlalui kajian mendalam dan referensi yang memadai dengan menyesuaikan karakteristik daerah kita (Luwu Timur) akhirnya Perda ini telah disetujui,” tutur Abang.

Menurut Abang, Perda Ketenagakerjaan ini dapat menjadi solusi bagi warga Luwu Timur dalam mencari lapangan pekerjaan, nantinya akan dibentuk balai pelatihan kerja yang dapat menjadi bekal warga Luwu Timur dalam mencari ataupun membuka lowongan kerja.

“SDM kita tentunya dibutuhkan daerah lain setelah ditempa dan mendapatkan pelatihan, ke depan, Pemkab Luwu Timur diharapkan dapat menyusun road map untuk pelaksanaan secara teknis realisasi perda Ketenagakerjaan ini,” pungkasnya.
Liputan : amal
Editor.   : redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *