Kadis Kominfo dan Kadis Kesehatan Lutim Jadi Narasumber Webinar KPCPEN

  • Whatsapp

MALILI____Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Masdin dan Plt. Kepala Dinas Kesehatan, dr. Hj. Rosmini Pandin, menjadi narasumber pada webinar yang dilaksanakan oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) bekerjasama dengan Kementerian Kominfo RI melalui aplikasi Zoom Meeting, Jumat (20/11/2020).

Webinar diikuti oleh ASN, tenaga kesehatan, tokoh agama, mahasiswa, pers, tokoh perempuan, tokoh pemuda dan masyarakat umum.

Webinar yang mengusung tema “Vaksinasi Aman Masyarakat Sehat” ini bertujuan membangun pemahaman, kepercayaan, dan partisipasi publik untuk bersama-sama mewujudkan kesehatan pulih ekonomi bangkit, sekaligus membangun pemahaman, kepercayaan dan partisipasi masyarakat terhadap kebijakan, program, dan dampaknya. Oleh karena itu, dibutuhkan komunikasi terpadu dan dukungan dari berbagai pihak untuk dapat menyampaikan pesan kepada masyarakat dengan masif, faktual, kredibel dan mudah dipahami, dimana salah satunya melalui webinar.

Seremoni pembukaan webinar diawali dengan tayangan video tentang 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak Aman dan Mencuci Tangan dengan sabun), lalu dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Indonesia raya.

Plt. Kadis Kesehatan, Rosmini Pandin yang mendapat kesempatan pertama menyampaikan materi pada webinar ini mengawali paparannya dengan tujuan imunisasi yaitu untuk mencegah penyakit dan mengurangi insiden, Proteksi spesifik individu yang diimunisasi dimana setiap orang yang mendapatkan imunisasi akan membentuk antibodi spesifik terhadap penyakit tertentu, membentuk kekebalan kelompok/masyarakat (Herd Immunity) yaitu jumlah orang yang diimunisasi dalam masyarakat dalam jumlah yang cukup (95%) dapat melindungi kelompok masyarakat yang rentan serta proteksi lintas kelompok/cross protection yakni pemberian imunisasi pada kelompok usia tertentu (anak) dapat mencegah penularan kepada kelompok usia dewasa/orang tua.

”Imunisasi tidak bisa digantikan oleh ASI dan Gizi. Imunisasi berperan penting dalam 1000 hari pertama kehidupan anak untuk tumbuh dan berkembang maksimal karena dengan imunisasi akan menghasilkan anak sehat dan berujung pada generasi berkualitas. Kesimpulannya, Imunisasi adalah hak setiap anak yang wajib dipenuhi oleh orang tua,” Jelas Rosmini Pandin.

Beberapa tujuan dari program Imunisasi, lanjut Rosmini, antara lain ; Menurunkan kesakitan & kematian akibat Penyakit-penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I), Melindungi seseorang terhadap penyakit tertentu (intermediate goal), Menurunkan prevalensi penyakit (mengubah epidemiologi penyakit) dan Eradikasi, Eliminasi, Reduksi  penyakit (final goal).

Adapun penyakit-penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi adalah Polio, Campak, Rubella, Hepatitis B, Tuberkulosis, Tetanus, Pertusis (Batuk Rejan), Difteri, Pneumonia dan Meningitis.

Terkait dengan program imunisasi dan covid-19, mengingat Imunisasi  merupakan upaya untuk  memberikan kekebalan/Imunitas spesifik terhadap PD3I pada anak, maka imunisasi tidak boleh dihentikan, walau di tengah wabah Covid-19, dengan memperhatikan prinsip Pencegahan dan Pengendalian Infeksi dan jaga jarak aman 1-2 m.

“Secara operasional pelayanan imunisasi baik di Puskesmas, Posyandu atau puskesmas keliling mengikuti kebijakan Pemerintah Daerah setempat dengan mempertimbangkan situasi epidemiologi COVID19, cakupan imunisasi rutin dan situasi  epidemiologi PD3I. Kegiatan surveilans PD3I selama masa pandemi COVID-19 harus dioptimalkan (termasuk pelaporannya),“ tegas Rosmini.

Sementara Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Luwu Timur, Masdin, memaparkan perkembangan dan langkah penanganan Covid-19 di Kabupaten Luwu Timur. Menurut juru bicara gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kabupaten Luwu Timur ini, sebagai daerah yang terbanyak kedua di Sulsel yang terkonfirmasi positif Covid19, Pemerintah daerah Lutim telah melakukan berbagai upaya untuk Percepatan Penanggulangan covid19 di Lutim, antara lain ; Menyiapkan logistik Covid-19 dan jaring pengaman social sebanyak 1.141 Paket Sembako, Melakukan tracing contact kasus konfirmasi Covid-19 (6.875 SPECIMEN), Melakukan rapid tes terhadap kontak erat kasus konfirmasi dan rapid massal, Melakukan pengambilan dan pengiriman specimen (swab) untuk kontak erat Kasus Konfirmasi Covid-19, menyiapkan lokasi isolasi mandiri, rumah singgah, dan pengiriman peserta wisata Covid-19, Melakukan Konsultasi Informasi Edukasi terkait Covid-19 dan penyemprotan desinfektan dan Pencanangan Luwu Timur Bermasker oleh Gubernur Sulawesi Selatan.

“Untuk Metode Percepatan Penanggulangan, kami juga melakukan beberapa cara yaitu metode Deteksi, dengan melakukan rapid tes dan Swab Tes secara berkala kepada masyarakat yang memiliki resiko penularan. Kemudian  metode respon dimana terus Siaga dalam menerima laporan dan siap merujuk bila ada kasus Covid-19 positif yang sedang mengisolasi diri dirumah, mengalami penurunan kondisi (imun), atau kasus baru Covid-19 positif yang memiliki gejala bertingkat sedang sampai berat, serta metode prevensi yaitu melakukan penyuluhan kepada masyarakat baik secara langsung maupun melalui website, media cetak, media online dan media sosial sebagai upaya sosialisasi meningkatkan kepatuhan masyarakat mengikuti protokol kesehatan Covid-19,“ kata Masdin. (ikp/kominfo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *