Husler Menyapa Desa di Pesisir, Budiman Bergerak Masif di Kota

  • Whatsapp
Calon Wakil Bupati Drs. H. Budiman M.Pd di posko tim Garuda

Malili_ Calon Bupati Nomor Urut 1, Ir. H. Muh. Thorih Husler yang akrab disapa Husler telah mengunjungi wilayah pesisir Mahalona Raya (5 desa) dan Loeha Raya (5 desa) serta tiga desa di wilayah kota (timampu, pekaloa, matompi).

Sementara itu, hanya dalam waktu 9 Jam, Drs. H. Budiman, MPd mengunjungi 23 titik posko untuk bersilaturahmi dan berdialog dengan warga, simpatisan dan relawan. Budiman nampak sangat confidence dan bugar menyapa dan berdialog dengan warga. Seperti yang dilakukannya disalah satu posko Drs.H. Budiman, MPd memperkenalkan dirinya.

“Saya pernah menjadi guru, pernah menjadi pelatih renang, kabid pendidikan dasar, kepala dinas Tenaga kerja transmigrasi dan sosial, kadis tata ruang, staf ahli hukum, asisten satu, asisten dua, kepala bapelitbangda dan sekarang sudah pensiun”. Ujar Budiman Kamis 01 September 2020.

Sudah berkarir di birokrasi selama 26 tahun lanjut Budiman, memantapkan kepercayaan dirinya untuk mendampingi Pak Husler menjadi pelayan masyarakat di Luwu Timur.

Mengawali kunjungan di rumah kediaman Ketua Tim Pemenangan Husler-Budiman Kecamatan Towuti, H. Hatta Jamal. Kemudian dari rumah Ketua Tim Kecamatan Towuti itu, Budiman melanjutkan kunjungan ke rumah-rumah warga dan simpatisan yang menjadi posko-poko pemenangan.

Kegiatan di Kota Towuti ditutup dengan makan malam di posko induk Tim Garuda Towuti. Dalam perjalanan pulang Budiman menyempatkan singgah di salah satu posko di Kuari dimana ketua Gerindra Andi Baharuddin sudah menunggunya.

Di setiap dialognya selain Visi-Misi, Budiman juga mengingatkan kemajuan-kemajuan dan pencapaian pemerintahan Husler yang paradigmanya melayani. “Semua program Husler itu orientasinya masyarakat, tak satupun program Husler yang melayani dirinya sendiri”, kata Budiman.

Dia juga menjelaskan Kab. Lutim menjadi daerah yang lebih maju di bawah kepemimpinan Pak Husler, dibuktikan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita yang terbaik di Sulawesi Selatan (untuk wilayah dengan status kabupaten).

“Indikator IPM adalah Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi. Sesuai dengan Visi kami Luwu Timur yang berkelanjutan berlandaskan nilai agama dan budaya, maka tentunya semua yang baik akan kita Lanjutkan dan beberapa kita sempurnakan. Beasiswa kita lanjutkan, bantuan penyelesaian studi untuk S2 dan S3 dan kedepan kita upayakan fasilitasi untuk menghadirkan pendidikan yang lebig berkualitas.” urainya.

Indikator IPM kedua adalah kesehatan. Di bidang kesehatan pemerintahan Pak Husler mendapat penghargaan presiden karena pencapaian programnya yang melebihi 100%, 54 milyar kita siapkan untuk melayani kesehatan masyarakat, dan program ini akan kita lanjutkan, kita sempurnakan dengan program satu pasien satu kamar meskipun statusnya kelas tiga agar tetap bisa klaim BPJS.

“Subsidi obat yang tidak di tanggung BPJS.
pembangunan rumah sakit Malili dan Towuti, agar saudara kita dari seberang danau tak perlu lagi menempuh jarak jauh ke Wotu. Yang sangat menarik, biasanya itu dua kecamatan satu puskesmas, setau saya di Sulawesi Selatan ini mungkin hanya di Luwu Timur satu kecamatan ada 4 puskesmas, di Towuti ada empat, Malili ada tiga. 11 kecamatan ada 17 puskesmas,” ujar Budiman.

Pelayanan puskesmas lanjut Budiman, ini akan disempurnakan dengan bantuan mobil operasional, agar tak ada lagi mobil ambulance yang di pakai pergi rapat, ini kan menggangu pelayanan.
Liputan : malik/*
Editor. : redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *