Dialog Dengan Insan Pers, Jayadi Nas Tegaskan Tak Punya Kepentingan di Lutim

  • Whatsapp

Malili_ Jayadi Nas menegaskan kehadirannya di Kabupaten Luwu Timur tidak punya kepentingan. Untuk itu hal – hal yang sudah menjadi kebijakan Bupati yang sedang menjalani masa cuti tetap akan dilanjutkan.

”Saya disini tidak punya kepentingan, apa yang sudah menjadi kebijakan sebelumnya akan dilanjutkan saja, saya juga tidak mau mengutak atik.“ Ujar Jayadi Nas saat berdialog dengan insan pers di warkop adhyaksa Malili, Selasa 29 September 2020.

Terkait kebijakan Mutasi, Menurut Jayadi, ternyata setelah ia masuk di Lutim ada beberapa Kepala Bagian itu yang dibawahnya tidak ada.

“Itu sudah ada pengusulan dan setelah dicek, saya sarankan teruskan saja dan saya telah berkomunikasi ke pusat,” tuturnya, seraya menambahkan bahwa setelah dicek, ada yang sampaikan ke saya, katanya Pak bupati siapa tahu ada yang mau ki revisi ini nama -namanya, Saya sampaikan , saya tidak mau campuri itu, saya tidak ada urusan dan tidak punya kepentingan dengan nama – nama itu. Saya hanya mau melihat pemerintahan ini berjalan dengan normal. Saya betul -betul ingin mengawal saja prosesnya ini.” Imbuhnya.

Kemudian mengenai program jalan beton untuk Lutim akan berjalan terus, sebab memang sebelumnya anggarannya tinggi tapi karena corona program tersebut terhenti sementara dan anggarannya dipangkas .

Tapi sekarang program itu berlanjut lagi, inikan ada bantuan keuangan daerah dari pak gubernur, dan sudah masuk di anggaran perubahan Provinsi Sulsel.

”Saya lupa untuk apa saja itu anggaran 25 M itu, yang jelas untuk betonisasi proyek jalan itu sudah masuk di APBD Perubahan Provinsi.” terang Jayadi.

selanjutnya ada juga ambulans laut, yang ini saya sudah perintahkan Kadis Kesehatan cepat jemput ke Provinsi sehingga masuk dalam APBD Perubahan. Dan bisa cepat di fungsikan. ”Kan begitu toh yang namanya tim percepatan.” Kata Jayadi Nas.

Selanjutnya untuk penanganan Corona, kata Jayadi, memang Luwu Timur sudah melakukan 5000 lebih Swab. Dari jumlah itu terdapat 1317 yang dinyatakan positif. Yang meninggal 7. Tinggi memang kasus positif tapi patut diketahui yang sudah sembuh juga tinggi.

”Jangan cuma angka kasusnya yang jadi perhatian yang sembuh juga harus jadi perhatian. Angka sembuhnya jangan dilupakan ” Tutup Jayadi seperti dikutip dari Okson.com.
Liputan : malik/*
Editor. : redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *