Bangkit Reformasyah: “Inovasi pemuda menjadi kunci penguatan UMKM membangun kemandirian ekonomi”

  • Whatsapp

Burau, Lutim-News.com_ Silaturahmi dan Diskusi Pemuda yang dihadiri para milenial dari 16 desa se Kecamatan Burau di Desa Bone Pute yang digagas Bangkit Reformasyah dan Sahar, turut mewarnai Pilkada Lutim yang tersisa 10 hari lagi.

Kegiatan ini di kemas santai oleh para inisiator, dua orang tokoh milenial Luwu Timur yang sempat di temui oleh awak media yaitu Sahar dan Bangkit Reformansyah.

Menurut Sahar sudah saatnya pemuda membangun gagasan besar yang akan menjadi cita-cita bersama para pemuda. Gagasan bersama ini akan menjadi tahap awal konsolidasi pemuda yang kita harapkan dari sana akan terbangun jejaring yang lebih besar, untuk sama-sama merumuskan seperti apa seharusnya peran pemuda dalam pembangunan daerah Luwu Timur ke depan.

“Pemuda harus mengambil peran untuk menentukan masa depan Luwu Timur dan itu harus di mulai sejak sekarang, dengan semangat kolektif dan gotong royong menjadi mitra pemerintah untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera”, tutur Sahar

Melanjutkan diskusi malam itu, Bangkit Reformansyah, putra sulung Calon Bupati Luwu Timur nomor urut Satu Muh. Thorig Husler memaparkan bahwa dengan jumlah angkatan kerja yang terus membesar tanpa dibarengi penciptaan lapangan kerja yang signifikan, di masa depan para pemuda justru berpeluang menjadi masalah sosial.

“Kedepan, jumlah angkatan kerja akan terus membesar, dan tanpa dibarengi penciptaan lapangan kerja yang signifikan, di mas depan justru berpeluang menjadi masalah sosial. Untuk itu, dibutuhkan terobosan dan inovasi agar potensi pemuda bisa dimaksimalkan.” Kata Bangkit Reformasyah.

Ia kemudian mengingatkan para milenial agar menempatkan dirinya sebagai elemen yang juga memiliki andil besar, terutama dalam pembangunan ekonomi. “Menurut saya elemen masyarakat yang paling bisa kita harapkan untuk berfikir inovatif ya! para pemuda. Inovasi pemuda menjadi kata kunci dalam penguatan UMKM dengan tujuan membangun kemandirian ekonomi. Pemuda harus bisa mengubah mindsetnya, tak bisa lagi mengandalkan pola konvensional. Di era digital ini, membangun ekonomi mandiri dengan pemantapan skill dalam bidang start up dan sistem pemasaran e-comerse tak bisa di tawar lagi”, tutup Bangkit.

Menjadi peserta diskusi pada malam itu tokoh milenial Burau Rakib Indrawan yang juga tergabung Dalam Tim Pemenangan Husler-Budiman kecamatan Burau mengatakan salah satu sektor yang agak dijauhi pemuda adalah pertanian. Untuk itu Rahmat mengajak seluruh kelompok pemuda membangun sinergi dengan semua stake holder termasuk petani dan pemerintah.

Pemuda menurut Rakib, dapat mengambil peran mulai dari sistem budidaya hingga pemasaran komoditas hasil pertanian agar memiliki harga yang layak di pasaran. “Industrialisasi hasil-hasil pertanian menjadi salah satu program prioritas Husler-Budiman. Kedepan program ini jika terwujud bukan hanya menjamin kesejahteraan petani tapi juga membuka lapangan kerja dan peluang investasi baru. Untuk itu Rahmat mengharapkan komitmen pemuda pada 9 Desember nanti agar program tersebut bisa terwujud”, ungkap Rakib.
Liputan : rls/**
Editor. : redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *