Antusias Ikuti Sosialisasi Lanjutan Program PSR, Petani Sawit Padati Aula Kantor Desa Mantadulu

  • Whatsapp

Malili_ Gelaran Sosialisasi lanjutan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) oleh KSU Agro Mandiri Utama di Aula Kantor Desa Mantadulu terpantau ramai dipadati para petani sawit yang antusias. Kamis (02/07/2020) pekan lalu.

Sosialisasi yang bertajuk “Program Peremajaan Kelapa Sawit Berkelanjutan” itu merupakan kegiatan yang sangat dinanti oleh masyarakat Desa Mantadulu yang memang mengandalkan lahan perkebunan sawit, sehingga Aula Kantor Desa Mantadulu nyaris tidak dapat menampung antusias masyarakat petani.

Berdasarkan surat undangan Kepala Desa Mantadulu nomor 005/449/DM yang mengundang koperasi KAMU dan segenap masyarakatnya yang memiliki lahan perkebunan lahan kelapa sawit mandiri untuk mengikuti acara sosialisasi lanjutan program peremajaan kelapa sawit di desa Mantadulu Kec. Angkona kab. Luwu Timur, Kamis, 02 Juli 2020.

Antusiasme warga berbondong-bondong memadati aula kantor desa Mantadulu yang ingin mendengar dan mengetahui secara rinci terkait program peremajaan kelapa sawit yang sementara berjalan tahapannya dibawah pengelolaan Koperasi KAMU.

Selain pengurus Koperasi KAMU nampak hadir pula perwakilan dari dinas pertanian kab. Luwu Timur yakni dari PPL kec. Angkona Ali Imran yang di tunjuk Kepala Dinas untuk mewakili dinas pertanian dalam acara sosialisasi itu.

Kepala desa Mantadulu, Sekdes, segenap perangkat desa, BPD serta tokoh masyarakat dan petani sawit tak luput dari pantauan media ini ambil bagian dalam acara sosialisasi.

Mengawali sambutannya kepala desa Mantadulu Anak Agung Ratmaja memberikan support dan merasa bangga atas kehadiran para tamu undangan yang datang dalam acara sosialisasi lanjutan program peremajaan kelapa sawit di desanya.

“Kami sebagai pemerintah mewakili masyarakat desa Mantadulu sangat berterima kasih atas kedatangan pihak koperasi KAMU yang bersedia memberikan sosialisasi yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak di desa kami” ucap Anak Agung Ratmaja.

Selanjutnya, Pakde Mantadulu itu menuturkan bahwa masyarakat desa Mantadulu bisa dikata rata-rata petani dan sebagian besar memiliki kebun kelapa sawit, olehnya sosialisasi ini sangat berguna bagi para petani, agar pemahamannya tidak simpang siur terkait adanya program peremajaan kelapa sawit yang sementara berjalan tahapan dan pendataannya di desa ini.

Sementara itu, dalam memberikan materinya Alwan membuka percakapan dengan memberikan edukasi pemikiran kepada peserta. Materi sosialisasi yang dibawakan langsung oleh Muhammad Alwan selaku sekretaris koperasi KAMU yang memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai koordinator bidang Humas Koperasi KAMU.

“Kami dan rombongan dari Koperasi KAMU sangat bangga bisa mendapat kehormatan dari Pemerintah Desa Mantadulu serta masyarakat yang ada disini atas kepercayaannya yang telah mengundang kami dalam acara sosialisasi ini. Perlu diketahui proses dalam program peremajaan kelapa sawit itu idealnya 2 tahun. Berdasarkan Pedum, bahwa setelah kita melakukan tahapan land clearing lahan itu harus didiamkan selama kurang lebih 3 sampai 6 bulan. Kemudian dilanjutkan dengan tahapan pemancangan, pembersihan gawangan, gali lobang dan tanam” urai Alwan.

Semua tahapan itu, lanjut Alwan, membutuhkan waktu yang tidak sedikit lamanya bisa jadi sampai 1 sampai 3 bulanan. Adapaun anggaran yang diterima dalam peremajaan kelapa sawit sebesar 25 juta per hektar. Anggaran itu berupa dana hibah dari BPDPKS yang di berikan cuma-cuma tanpa pengembalian dan tanpa hutang.

Pola kerja yang Koperasi KAMU terapkan dalam peremajaan ini mengutamakan pemberdayaan lokal. Mulai dari land clearing yang dikerjakan alat berat kita berupaya menggunakan alat berat masyarakat yang ada disekitar lokasi peremajaan dan memiliki perusahaan berupa CV.

Kemudian tambah Alwan, ada hal yang tak kalah penting, bahwa dalam peremajaan kelapa sawit ini ada 3 item pekerjaan yang harus di pihak ketigakan, yakni land clearing, pembibitan, dan pupuk.

“Selain ke 3 item tersebut di berikan pemberdayaannya kepada pemilik lahan agar bisa mendapatkan upah kerja atau HOK yang muncul dari pekerjaan itu. Pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh pemilik lahan berupa pemancangan, pembersihan gawangan, pelubangan dan penanaman”, jelasnya mendetail.

Diakhir penjelasannya, Alwan mengungkapkan hal yang menarik terkait ada tambahan anggaran sejumlah Rp 5.000.000 dari BPDPKS guna lebih mensukseskan program PSR ini.

“Kabar baik yang harus saya sampaikan dalam kesempatan ini yakhi bahwa anggaran dana hibah peremajaan sawit mulai Juni 2020 bertambah 5 juta rupiah, sehingga jumlah anggaran hibah untuk 1 Ha lahan perkebunan sawit mulai Juni 2020 berjumlah 30 Juta Rupiah. Sebelumnya hanya 25 juta Rupiah per Ha”, ungkapnya yang disambut tepuk riuh peserta sosialisasi.
Liputan : (amal)
Editor : redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *