Anggota DPRD Luwu Timur Ingatkan Tim Gugus Tugas Jangan Lengah Jaga Perbatasan

  • Whatsapp

MALILI— Anggota DPRD Luwu Timur, Alpian mengingatkan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Luwu Timur, jangan lengah mengantisipasi penularan virus corona atau Covid-19 di pintu perbatasan.

Beberapa waktu lalu, tim GTPP menyemprot desinfektan terhadap kendaraan yang masuk Luwu Timur lewat perbatasan Luwu Timur-Sulawesi Tenggara (Sultra) di Lampia.

Read More

Dilakukan juga di perbatasan Luwu Timur-Sulawesi Tengah (Sulteng) di Mangkutana serta perbatasan Luwu Timur-Luwu Utara di Desa Lauwo.

Para penumpang juga dithermo scanner atau dicek suhu badannya.

Lantas, Alpian mempertanyakan apa tindak lanjut dari upaya penyemprotan desinfektan dan thermo scanner di perbatasan ini.

Menurut Alpian, upaya GTPP yang menyemprot kendaraan dan thermo scanner perlu diapresiasi namun sampai kapan hal itu dilakukan.

Ia menilai upaya tersebut cuma pemanis saja kalau tidak ada tindak lanjut yang nyata. Utamanya menjaga orang luar bebas masuk lewat perbatasan tanpa diperiksa.

“Yang utama itu, orang masuk dari perbatasan ini yang perlu dijaga, diawasi, jangan sampai bawa virus lalu masuk ke Luwu Timur,” kata Alpian.

“Saya sampaikan ini kecemasan warga soal orang masuk lewat perbatasan. Saya bicara apa adanya saja,” imbuhnya.

Belakangan viral di media sosial video keluarga membuka plastik jenazah seorang perempuan berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Bukan hanya dibuka dan dilihat banyak pelayat. Keluarga juga memegang dan mencium jenazah tersebut.

Dengan begitu, orang yang menyentuh dan mencium jenazah statusnya menjadi orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19.

Sementara di Sulsel, sudah ada beberapa pasien dinyatakan positif yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota.
“Dari informasi tersebut, GTPP jangan lengah. Awasi perbatasan. Mudah-mudahan tidak ada positif baru kita kelabakan,”

Menjaga pun harus dengan kesiapan pengecekan kesehatan karena ada kasus di Burau warga tidak dilakukan pengecekan kesehatan hanya kendaraan saja yang disemprot. Dijaga selama 14 hari 24 jam,” tutur Alpian.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *