Ajukan Memo Keberatan, Tim Kuasa Hukum Husler-Budiman Minta KPU Hati-hati Lakukan Penetapan Ibas-Rio

  • Whatsapp

Malili_ Penetapan Irwan Bachri Syam – Andi Rio (Ibas-Rio) sebagai Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Luwu Timur yang akan dilaksanakan KPU Luwu Timur, pada Senin (05/10/2020) bakal menjadi persoalan hukum buat KPU. Sebab Tim Hukum Husler – Budiman menyatakan Keberatannya atas penetapan tersebut .

Untuk itu Tim Hukum Husler – Budiman, yakni Agus Melas dan Untung Amir, secara resmi menyampaikan Memo Keberatan tersebut ke KPU Luwu Timur. Surat Keberatan ini diantar langsung oleh Untung Amir pada Minggu 04 Oktober 2020, sekitar pukul 22:36 Wita, dan diterima oleh Muhammad Abu dan Adam Safar komisioner KPU Luwu Timur. Kemudian malam itu juga  memo keberatan ini juga ditembuskan ke Bawaslu Lutim .

Menurut Agus Melas, alasan Keberatan ini ia sampaikan, bahwa KPU Luwu Timur tahun 2020 dalam rangka Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Luwu Timur, telah melakukan jadwal dan berbagai tahapan. Sebagai pemenuhan syarat bakal calon untuk ditetapkan sebagai pasangan calon pada Pilkada Lutim 2020 .

Kemudian Bapaslon Ibas -Rio yang belum ditetapkan sebagai pasangan calon namun telah merampungkan segala dokumen persyaratan pencalonan . Sehingga dibutuhkan kecermatan dan Ketelitian dalam memverifikasi dokumen syarat pencalonannya. terkhusus pada penulisan nama Andi Muh.Rio Patiwiri KTP dan Ijazah yang bersangkutan .

Terhadap hal tersebut, Kata Agus Melas, tentunya kita kembali pada aturan perundang-undangan yang berlaku bahwa apabila ada perbedaan nama atau ada proses ganti nama yang dalam undang-undang administrasi kependudukan yang dikenal sebagai suatu peristiwa penting kependudukan, dan untuk itu dalam setiap peristiwa penting memerlukan bukti yang sah untuk dilakukan pengadministrasian dan pencatatan sesuai dengan ketentuan undang-undang .

Bahwa terhadap perbedaan nama tersebut , yang mana dokumen ijazah dengan KTP adalah dokumen penting atau dokumen wajib yang harus dipenuhi bakal pasangan calon sehingga tentu menjadi bahagian dari peristiwa penting seperti yang dimaksud undang-undang administrasi kependudukan .

Lanjut Agus, Proses penggantian atau perubahan nama dalam dokumen-dokumen tersebut diatas dibutuhkan suatu Penetapan Pengadilan sebagai bentuk kepastian hukum atas keabsahan dokumen tersebut mulai dari bentuk dan isi dari dokumen tersebut .

Oleh karena masih menjadi polemik dan belum ada penjelasan secara tegas dari KPU Lutim, maka melalui Memo Keberatan ini meminta kepada KPU Lutim untuk tidak menetapkan Bapaslon Ibas -Rio sebagai Paslon Bupati dan Waki Bupati Lutim dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Luwu Timur tahun 2020 .

”Jadi dalam hal ini saya meminta KPU harus berhati-hati sebelum melakukan penetapan Ibas-Rio menjadi Calon Bupati dan Wakil Bupati Lutim tahun ini, karena terjadi perbedaan nama di dokumen Andi Rio. ” Ujar Agus Melas .

Untuk di Ketahui pada STTB SMU tertulis nama Muhamad Rio Patiwiri, di Ijazah yang dikeluarkan UNHAS tertulis nama Muhamad Rio Patiwiri ( S.H ) Kemudian di dokumen KTP yang distor ke KPU tertulis nama Andi Rio Patiwiri .

Kemudian dari Dikti Tim Hukum Husler – Budiman dapatkan data yang dinilai janggal, karena ada perbedaan penulisan nama mahasiswa dengan KTP, kemudian pada tahun pelajaran 2008 di semester awal itu ternyata terdapat dua nama yang sama namun berbeda status kelulusan (satu dinyatakan Lulus dan satunya lagi dinyatakan Putus Sekolah).

Diperoleh informasi dari penelusuran di Pusat Data Perguruan Tinggi Provinsi Sulawesi Selatan, terdapat Nama Muhammad Rio Patiwiri Universitas Hasanuddin, Program Studi Kenotariatan
Jenjang S2 Nomor Induk Mahasiswa P3600208042, Semister Awal Ganjil 2008
Status Awal Mahasiswa Peserta didik baru
Status Mahasiswa saat ini Lulus, Nomor Ijazah 15168.

Kemudian ditemukan juga data yang menerangkan Nama A MUH RIO PATIWIRI,SH Perguruan Tinggi Universitas Hasanuddin Program Studi Kenotarian Jenjang S2, Nomor Induk Mahasiswa P3600208542 Semester Awal Ganjil 2008
Status Mahasiswa Peserta didik baru
Status awal Mahasiswa Putus Sekolah
No Ijazah tidak ada.

Dari kedua perolehan data tersebut, disinyalir ada keganjilan pada kemiripan nama dan Nomor Induk Mahasiswa S2 Unhas semester awal tahun 2008 namun status kelulusan yang berbeda.

“Sekali lagi kita berharap KPU Lutim lebih berhati-hati dalam menetapkan keputusan.” pungkas Agus Melas.

Terpisah, Muhammad Abu Komisioner KPU yang dikonfirmasi usai menerima surat Keberatan tersebut mengaku sudah menerima surat tersebut dan besok akan dipelajari bersama Lima Komisioner KPU. ” Malam ini surat dari Tim Hukum Husler – Budiman sudah saya terima besok baru kami pelajari ” Ujar Muhammad Abu.
Liputan : Malik
Editor. : redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *