LUWU TIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Perempuan dan Anak Tingkat Kabupaten Luwu Timur, di Aula Sasana Praja, Jumat (08/03/2024).
Kegiatan dengan tema “Perempuan dan Anak Berkualitas Untuk Luwu Timur Ramah Perempuan dan Anak” ini, di buka langsung oleh Bupati Luwu Timur, H. Budiman didampingi Ketua TP PKK Lutim sekaligus Ketua Forum Anak, Hj. Sufriaty.
Tampak hadir Jajaran Forkopimda Lutim, para Asisten dan Staf Ahli, para Kepala OPD, Camat, Organisasi Perempuan se-Lutim, Kemenag Lutim, serta anak-anak perwakilan dari siswa siswi SMP dan SMA se Kabupaten Luwu Timur.
Dalam arahannya, Bupati Budiman mengatakan, seperti diketahui bersama bahwa pemerintah daerah saai ini sedang menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2025, dimana terdapat 6 Prioritas Pembangunan yang sepakati, yaitu :
1. Pemantapan kualitas pelayanan dasar
2. Peningkatan kualitas ekonomi daerah berbasis sektor Pertanian, Pariwisata dan UMKM
3. Peningkatan daya saing Desa
4. Pemantapan kualitas Infrastruktur dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan
5. Akselerasi tata kelola pelayanan publik yang inovatif
6. Pemantapan kondisi sosial masyarakat demi terjaganya stabilitas daerah.
“Untuk penyempurnaan penyusunan dokumen tersebut, maka perlu menjaring usulan, masukan dan saran dari semua pihak, termasuk Anak dan Perempuan, sehingga perencanaan Tahun 2025 utuh dan komprehensif mengakomodir usulan dari semua unsur masyarakat,” kata Budiman.
Selanjutnya, Bupati mengungkapkan bahwa, penjaringan usulan Anak dan Perempuan perlu dilakukan secara tersendiri, mengingat unsur perempuan dan anak masih sering mengalami berbagai hambatan dan diskriminasi seperti Kekerasan terhadap perempuan dan anak, Pernikahan dini, Ketidaksetaraan akses terhadap Pendidikan dan kesehatan, dan Kurangnya partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan.
“Oleh karena itu, saya mengajak kepada kita semua untuk bersama-sama melakukan Peningkatan edukasi dan kesadaran masyarakat tentang kesetaraan dan perlindungan perempuan dan anak, Pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, Peningkatan akses perempuan dan anak terhadap pendidikan dan kesehatan, dan Peningkatan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan,” jelas Budiman.
liputan :tim
editor :redaksi





