oleh

Kunjungan Kerja Mentan di Belopa, Luwu Timur Terima Bantuan Bibit dan Alsintan

Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Pertanian menerima sejumlah bantuan berupa benih, alat mesin pertanian (alsintan) hingga bantuan ternak. Bantuan tersebut diserahkan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, saat melakukan kunjungan kerja di Belopa, Kabupaten Luwu, Senin (11/03/2019) kemarin.
Dalam kunker Mentan Amran Sulaiman ini, Pemkab.Luwu Timur diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian, Muharif.

Kunker Menteri Pertanian itu mengusung tema “Mengembalikan Kejayaan Rempah dan Komoditas Perkebunan Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045”. Ribuan penyuluh pertanian, santri dan kelompok tani dari empat Kabupaten/Kota se-Tana Luwu, yakni Luwu Timur, Luwu Utara, Palopo dan Luwu hadir dalam kunjungan kerja Mentan ini.

Dalam kesempatan itu, Kementerian Pertanian menggelontorkan bantuan untuk Luwu Raya sebanyak Rp. 56,23 miliar. Bantuan tersebut berupa benih, alat mesin pertanian, dan hewan ternak. Kementan juga memberikan bantuan peremajaan kakao sebanyak 1 juta batang dan bantuan tambahan untuk Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Amran mengungkapkan, Indonesia dulu ditahun 1602 sangat dikenal dengan rempah-rempahnya dan hasil komoditi perkebunannya. Eropa datang ke Indonesia untuk mencari rempah-rempah dan produk perkebunan. “Kenapa dulu kita bisa jaya namun sekarang tidak bisa?? Jawabnya bibitnya harus diperbaiki,” tandasnya.

Sesaat lalu, kata Mentan, pihaknya telah bagikan bibit kopi yang produksinya 3,5 ton. Disisi lain saat ini produksi kopi masih 0,7 ton. “Saya yakin dengan bibit kopi itu, produksi bisa 3 kali lipat. Kemudian kakao produksinya 3,5 hingga 4 ton dari bibit yang kami bagikan. Umurnya 18 bulan sudah berbuah asalkan dirawat dengan baik,” tambahnya.

Lanjut Amran, salah satu komoditas yang sangat menjanjikan untuk di ekspor adalah komoditas lada. Menurut Mentan, komoditas ini bisa mensejahterahkan petani karena kualitas lada Sulawesi Selatan sangat baik. Namun sayangnya, kata Amran, saat ini produksi lada belum bisa diekspor karena jumlahnya masih terbatas atau belum cukup untuk memenuhi kuota ekspor sehingga perlu di perbaiki bibitnya agar produksinya bisa lebih melimpah.

“Bibit inilah yang mesti diperbaiki agar produksi rempah-rempah dan produk perkebunan masyarakat bisa lebih meningkat,” pungkasnya.

Terkait bantuan dari Mentan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Timur, Muharif, mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih dengan bantuan tersebut. Ia mengharapkan agar kelompok tani penerima bisa memanfaatkan bantuan benih tersebut dengan baik.

“Saya berharap kepada kelompok tani penerima bantuan agar dapat memanfaatkan bantuan ini dengan baik,” harap Muharif.
Liputan: hms/ikp/kominfo/redaksi

News Feed